🐫 Nada Dan Suasana Dalam Puisi
Nadaprotes: menggambarkan suasana hati yang penuh pertentangan atau pemberontakan. Tekanan suara lebih tinggi dan pantas. Sesuai untuk puisi yang bertemakan ketidakadilan dan ketajaman.. Puisi tersebut disampaikan dengan nada protes. Hal ini terlihat pada kalimat di baris keempat dan kelima mengenai pertanyaan tentang mengapa mereka dibunuh
Nada sinis: menggambarkan suasana hati yang kurang senang. Tekanan suara agak rendah dan perlahan, iaitu bersesuaian dengan puisi yang bertemakan hal yang tidak disukai atau kurang dipersetujui. • Nada protes: menggambarkan suasana hati yang penuh pertentangan atau pemberontakan. Tekanan suara lebih tinggi dan pantas. Sesuai untuk puisi yang bertemakan ketidakadilan dan ketajaman. nada dan suasana terkait dengan makna dan pilihan kata-kata yang digunakan penyair.
Nadadan Suasana dalam Puisi---Dalam menulis puisi, penyair mempunyai sikap tertentu terhadap pembaca: apakah dia ingin bersikap menggurui, menasihati, mengejek, menyindir, atau hanya menceritakan sesuatu kepada pembaca. Sikap penyair kepada pembaca ini disebut nada puisi. Adapun suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu. Suasana merupakan akibat yang ditimbulkan puisi terhadap jiwa pembaca.
Iramayang tetap dalam keseluruhan puisi: yakni dengan menggunakan kalimat tanya yang tidak mendapat jawaban. Unsur Batin 1 Tema Kesehatan: Wabah Corona 2 Nada dan Suasana Pengarang mengajak pembaca untuk tidak menyerah pada Corona, dengan waspada dan doa "Peluru-peluru sedang kami siapkan dari doa-doa yang setiap saat kami rapalkan.
Katakata yang digunakan biasanya dikemas dalam bentuk kiasan. Rima atau sajak adalah persamaan bunyi di awal, tengah atau akhir baris puisi. Larik adalah baris yang membangun puisi. Ini juga merupakan nama lain dari baris. Bait adalah alinea atau kelompok kalimat dalam puisi. Sementara itu, unsur batin puisi meliputi tema, rasa, nada dan amanat.
Kosasih2008:39 mengemukakan bahwa sikap penyair kepada pembaca disebut nada. Suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi. Suasana adalah akibat yang ditimbulkan oleh puisi terhadap jiwa pembaca. Nada dan suasana puisi saling berhubungan. Nada puisi menimbulkan suasana tertentu terhadap pembacanya.
NadaNada adalah sikap seorang penyair dalam puisinya sehingga efeknya terasa oleh pembaca. Nada adalah cara penyair menyampaikan puisinya sesuai dengan pilihan kata-katanya. Misalnya, puisi yang bernada protes, sinis, marah, serius, bahagia, haru, sedih, semangat, hingga bersenda gurau. Suasana Suasana adalah perasaan pembaca setelah membaca puisi.
Amanatyang hendak disampaikan W. S. Rendra dalam puisi tersebut: 1 ketidakadilan terhadap dunia pendidikan adalah musuh terbesar yang harus diberantaskan, 2 pemerintah diharapkan, menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai untuk mengurangi adanya pengangguran, 3 pemimpim harus memiliki ketulasan hati dalam melayani masyarakat, 4 isi puisi ini juga secara tidak langsung mengingatkan pada pelajar yang mampu, agar mereka tidak menyia-nyiakan pendidikan mereka, karena tidak semua orang bisa
Nadamengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca. 145 majas aliterasi dan contohnya; Pengertian latar cerita macam macam fungsi serta contoh lengkap kumpulan 50 contoh soal teks fabel dan kunci jawaban bahasa indonesia kelas vii. Suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi.
. Kunci Jawaban Menentukan Tema dan Suasana yang Terkandung pada Puisi Gadis Peminta-Minta – Halo sobat kurikulum pada pembahasan kali ini kalian akan belajar kembali tentang tema dan suasana yang terkandung dalam puisi. Pada pembelajaran sebelumnya kalian telah melakukan identifikasi tema dan suasana pada puisi tuhan, kita begitu dekat karya abdul hadi w. M. Nah, untuk memperdalam kembali tentang materi tersebut pada pembelajaran kali ini kalian akan melakukan identifikasi pada puisi gadis peminta-minta. Langsung saja kita akan masuk dalam pembahasan soal tentang kunci jawaban menentukan tema dan suasana yang terkandung pada puisi gadis peminta-minta yang terdapat pada buku Cerdas Cergas Berbahasa Dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X Kurikulum Merdeka. Yuk kita simak bersama ! Baca Juga Kunci Jawaban Mengidentifikasi Tema dan Suasana pada Puisi Tuhan Kita Begitu Dekat Puisi ditulis penyair atas dasar gagasan pokok atau ide dasar tertentu. Ide atau gagasan pokok tersebut disebut tema. Tema puisi merupakan inti dari makna yang ingin disampaikan penyair. Untuk memahaminya, kalian harus melakukan pembacaan yang mendalam karena tema pada umumnya bersifat implisit atau tersirat. Sekalipun demikian, tema puisi dapat ditelusuri dengan mengenali kata-kata tertentu di dalamnya. Berdasarkan tema tertentu, penyair menyusun kata-kata hingga membentuk puisi yang utuh. Dengan demikian, susunan kata-kata akan sangat bergantung pada tema yang dipilih penyair. Beberapa tema yang sering dipilih dalam berbagai puisi di antaranya ketuhanan, patriotisme, kemanusiaan, kritik sosial, keindahan alam, percintaan, persahabatan, dan pendidikan. Sebagai contoh, puisi abdul hadi yang berjudul “tuhan, kita begitu dekat” di atas mengandung ide dasar atau bertema ketuhanan. Hal ini tergambar dari penggunaan kata-kata seperti tuhanku/kita begitu dekat/sebagai api dengan panas/aku panas dalam apimu/. Bait tersebut menggambarkan perasaan dekat aku dengan tuhan seperti api dan panasnya. Tema yang dipilih penyair juga dapat memengaruhi suasana puisi. Suasana adalah hal yang dirasakan dalam jiwa pembaca setelah membaca puisi. Suasana tersebut, misalnya gembira, bahagia, sedih, haru, bimbang, sepi, pasrah, dan sebagainya. Suasana juga berkaitan dengan efek yang ditimbulkan puisi terhadap keadaan batin atau perasaan pembaca. Sebagai contoh, abdul hadi berjudul “tuhan, kita begitu dekat” yang bertema ketuhanan di atas. Di dalamnya terdapat ungkapan kedekatan aku dan tuhan dalam analogi /sebagai api dengan panas/aku panas dalam apimu/ sebagai api dengan panas/aku panas dalam apimu/kita begitu dekat/seperti angin dan arahnya/. Melalui hal tersebut, pembaca dapat merasakan suasana khidmat, tenang, dekat, dan merasa erat dengan tuhan. Untuk lebih memahaminya, berikut ini merupakan puisi “Gadis Peminta-Minta” karya toto s. Bachtiar. Cermati puisi di bawah ini dan tentukan tema serta suasana yang terkandung di dalamnya! Baca Juga Kunci Jawaban Menelaah Kesesuaian Diksi, Majas, Pengaturan Rima, dan Tipografi pada Puisi Nyanyian Gerimis Gadis Peminta-Minta Karya Toto S. Bachtiar Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka Tengadah padaku, pada bulan merah jambu Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil Pulang ke bawah jembatan yang melulur Sosok Hidup dari kehidupan angan-angan yang Gemerlapan Gembira dari kemayaan riang Duniamu yang lebih tinggi dari menara Katedral Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kauhafal Jiwa begitu murni, terlalu murni Untuk bisa membagi dukaku Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil Bulan di atas itu, tak ada yang punya Dan kotaku. Ah kotaku Hidupnya tak lagi punya tanda Baca Juga Kunci Jawaban Menganalisa Penggunaan Diksi, Pengaturan Rima, dan Tipografi pada Puisi Tapi Setelah membaca dengan saksama puisi di atas, jawablah beberapa pertanyaan berikut! 1. Perasaan apa yang ingin diungkapkan penyair dalam puisi tersebut? Jelaskan! 2. Jelaskan bagaimana nada dan suasana yang terkandung dalam teks puisi di atas! 3. Jelaskan makna dan amanat yang ingin disampaikan penyair melalui puisi tersebut! 4. Pernahkah kalian bertemu dengan gadis kecil peminta-minta? Jelaskan apa yang kalian pikirkan dan rasakan saat bertemu gadis kecil peminta-minta tersebut! 5. Apa tema teks puisi di atas? Jelaskan bukti atau alasannya! Jawaban 1. Perasaan yang ingin diungkapkan oleh penyair dalam puisi tersebut adalah perasaan sedih dan juga rasa haru pada gadis peminta-minta. 2. Nada dan suasana yang terkandung dalam teks tersebut adalah suasana sedih, iba, haru, dan rasa empati terhadap gadis peminta-minta. 3. Makna dan amanat yang ingin disampaikan penyair dalam puisi tersebut adalah dalam kehidupan harus saling menghargai satu sama lain tanpa harus memandang status sosial. Di dalam hidup tidak semua orang itu kaya, akantetapi juga ada yang miskin dan kekurangan. 4. Ya saya pernah bertemu dengan gadis kecil peminta-minta, saya merasa kasihan, iba dan empati. 5. Puisi di atas bertemakan kepedulian sosial, terbukti dengan puisi menggambarkan perasaan si aku terhadap gadis peminta-minta. Baca Juga Kunci Jawaban Mencermati Teks Diskusi Penutup Nah, demikianlah pembahasan tentang kunci jawaban menentukan tema dan suasana yang terkandung pada puisi Gadis Peminta-Minta yang terdapat pada buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Untuk SMA/SMK Kelas X. Semoga dengan pembahasan soal di atas dapat menambah pengetahuan mengenai tema dan suasana pada puisi. Sehingga akan lebih mudah memahami materi yang akan disampaikan. Selamat belajar ! Disclaimer jawaban dalam pembahasan soal di atas merupakan salah satu referensi dalam menjawab soal dan bukan sebagai acuan utama. Oleh karena itu jawaban di atas tidak mutlak kebenarannya dan masih bisa dikembangkan.
Struktur batin puisi dan struktur fisik puisi dua hal yang mungkin jarang kamu dengar. Nah, buat kamu yang ingin menjadi seorang pujangga atau penyair, wajib tahu apa itu struktur batin puisi dan struktur fisik puisi. Puisi terdiri atas struktur fisik dan batin. Berikut contoh puisi beserta struktur fisik dan batin yang mudah dipahami untuk pemula. Atau mungkin ada diantara kamu yang tengah mendapat tugas dari sekolah atau kampus untuk membuat laporan atau analisis tentang struktur pada puisi? Ternyata banyak yang memang tidak tahu bagaimana cara membuat analisis struktur batin puisi ataupun struktur fisik puisi. Maka dari itu, pada kesempatan ulasan artikel kali ini, kamu tidak hanya mengenal struktur batin puisi dan fisik puisi saja. Di Bagian akhir juga akan ada contoh analisis struktur batin puisi dan struktur fisik puisi. Nah, untuk mengetahui lebih lebih jelasnya, langsung saja simak ulasan sebagai berikut. Download Ebook cara menulis novel untuk pemula gratis Daftar Isi Artikel 1Apa Itu Struktur Batin?Struktur Batin Puisi1. Tema2. Perasaan3. Nada dan Suasana4. Amanat PuisiPengertian Struktur Fisik Struktur Fisik Puisi1. Diksi2. Imaji3. Kata konkret4. Bahasa Figuratif 5. Versifikasi 6. Tipografi atau PerwajahanContoh Analisis Struktur Batin Puisi dan Fisik PuisiContoh Analisis Struktur Batin Puisi Doa CintaContoh Analisis Struktur Fisik Puisi Cuma-Cuma Apa Itu Struktur Batin? Struktur batin puisi dapat diartikan sebagai kerangka yang digunakan untuk membangun atau untuk membuat puisi. Struktur batin puisi tidak berwujud, kemudian penulis melahirkannya dalam bentuk wujud yang dapat dirasakan oleh orang lain. Salah satu caranya dengan mengungkapkan menggunakan kata-kata. Struktur batin puisi bagi masyarakat umum memang kurang familiar. Namun bagi penyair atau pencipta puisi pastinya sudah familiar dengan hal ini. Dimana Struktur batin puisi dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan, perasaan yang mampu membangkitkan rasa, emosi dan semangat dari para pembaca. Struktur Batin Puisi Jika sebelumnya sudah mengetahui sekilas tentang apa itu struktur batin puisi? Ternyata struktur batin puisi memiliki empat elemen dasar, yang meliputi tema, perasaan, nada & suasana serta amanat. Nah, untuk mengetahui lebih lengkapnya, kita simak sebagai berikut. 1. Tema Tema juga menjadi salah satu struktur penulisan puisi yang tidak boleh diabaikan dan ditinggalkan. Tema adalah gagasan pokok atau pokok pikiran yang akan diangkat oleh penulis. Bagi penyair yang sudah memiliki pengalaman dan jam terbang cukup lama, tidak mengalami kesulitan dalam menentukan tema. Nah, buat kamu yang juga ingin demikian, kuncinya hanya satu. Peka dan jeli terhadap lingkungan. banyak puisi-puisi yang justru lahir dari kritik sosial yang kemudian dikemas menggunakan bahasa yang menarik. Tema dalam puisi memiliki fungsi yang sangat krusial, pahami di artikel Fungsi Tema dalam Puisi. 2. Perasaan struktur yang tidak kalah penting saat menciptakan sebuah puisi adalah rasa. Meskipun bukan makanan, melainkan karya tulis, puisi butuh rasa agar pembaca bisa merasakan apa yang harus dirasakan. Bentuk rasa yang dapat dirasakan setiap orang pun beragam. Ada rasa sedih, rasa bahagia, rasa berbunga, rasa takjub dan masih banyak lagi rasa. Apa Masalah Anda dalam Menulis Buku? Rasa yang ditimbulkan akan memberikan kesan. kesan inilah yang akan menentukan puisi akan terus dikenang atau diabaikan. Pertanyaannya adalah, tidak semua penulis mampu menciptakan karya puisi yang memiliki selera tinggi. butuh latar belakang, jam terbang dan pengalaman dari si penyair. Rasa juga butuh imajinasi dan penghayatan yang dalam. 3. Nada dan Suasana Ada yang menarik dari penulisan puisi. Dibanginkan cerpen ataupun novel, puisi ditulis memperhatikan nilai estetika. Bentuk estetika dalam sebuah puisi dapat diukur dari pemilihan diksi dan majas. Jadi, seorang penyair butuh kemampuan dalam mengelaborasi antara pemilihan kata dan majas. sehingga menciptakan sebuah karya yang kalimatnya memiliki estetika, dan memiliki pesan yang tidak kalah menarik. Salah satu tantangan menulis puisi dibandingkan menulis novel dan cerpen adalah, penyair harus memiliki imajinasi tinggi dalam menyampaikan kritik, nasihat, pesan tanpa menggurui, namun memiliki pesan yang impresif. Panduan Expert Menulis Novel Sampai Terbit penulis sudah unduh dan baca e-book Panduan Menulis Novel ini! Tidak hanya itu, meskipun hanya dituliskan dalam sebuah puisi yang relatif singkat, puisi juga mampu membangkitkan suasana bagi pembaca. tentu saja untuk membangkitkan suasana dalam bahasa dan kata yang singkat, butuh latihan yang tidak hanya sekali atau dua kali saja. 4. Amanat Puisi Dalam setiap karya, termasuk karya puisi, pasti penulis memiliki tujuan berupa pesan. Pesan inilah yang dalam struktur batin puisi disebut dengan amanat. Ada dua bentuk amanat yang dapat penulis sampaikan. Bisa disampaikan secara tersurat dan tersirat. Jika pesan puisi yang disampaikan secara tersurat, maka pembaca diarahkan untk menerima pesan atau amanat yang sudah disampaikan penulis apa adanya. sebaliknya, jika puisi disampaikan secara tersirat, maka interpretasi dan amanat puisi diserahkan kepada pembacanya. Jika dilihat dari struktur batin puisi di atas, sebenarnya kamu pun sudah familiar dan sering membaca dalam teori buku-buku bahasa bukan? Memang istilah struktur batin puisi memiliki istilah lain yang lebih familiar. Baca Juga Apa itu Puisi Akrostik? Pengertian Struktur Fisik Setelah sebelumnya mengulas batin puisi, maka beda lagi dengan yang namannya struktur fisik. Struktur fisik puisi memiliki istilah yang lebih populer, yaitu metode puisi. Jadi struktur fisik puisi adalah upaya dan sarana penyair menyampaikan pesan atau amanat dalam bentuk puisi. Dikatakan sebagai struktur fisik puisi karena puisi disusun berdasarkan apa yang tampak dalam bentuk susunan kata. Struktur Fisik Puisi Jika pada struktur batin puisi memiliki 4 elemen penting. Maka pada struktur fisik puisi pun juga memiliki elemen lain. Struktur fisik puisi lebih memfokuskan pada beberapa elemen yang meliputi diksi, pencitraan, kata konkret, majas, bunyi yang menghasilkan rima dan ritma. Mungkin ada diantara kamu yang lupa apa sih yang dimaksud diksi, imaji, kata konkret, bahasa figurative, verifikasi dan tipografi. Nah, berikut ulasan lebih lengkap tentang struktur fisik puisi. 1. Diksi Mungkin ada diantara kamu yang sudah mendengar apa itu diksi. Yap, diksi adalah pemilihan kata-kata. Meskipun hanya sekedar memilih kata-kata, ternyata dalam penulisan puisi sangat menentukan hasil akhirnya. Maka tidak heran jika banyak penyair yang sangat selektif dan memilih diksi dengan hati-hati dan secermat mungkin. Karena pilihan diksi akan menentukan keselarasan bunyi, makna dan urutan kata. 2. Imaji Imaji juga termasuk struktur fisik puisi yang sifatnya imajinatif. Karena bersifat imajinatif dalam angan dan kognitif penulis. Maka, butuh seni bagi penulis agar bisa memvisualkan imajinasi tersebut dalam sebuah kata-kata yang indah puisi. Tidak hanya indah, akan lebih baik lagi jika mampu memberikan impresi kepada pembaca tentang “rasa”. Imaji dalam struktur fisik puisi dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu imaji suara auditif, imaji penglihatan visual dan imaji raba taktil. Dari ketiga bentuk imaji tersebut secara tidak langsung mengarahkan pembaca agar bisa merasakan, dan seolah mendengar serta melihat seperti apa yang dirasakan oleh penyair. 3. Kata konkret Ada juga yang disebut dengan kata konkret. Yap, kata konkret adalah kata yang dapat dirasakan dan ditangkap oleh panca indera pembaca. Umumnya bentuk kata konkret berupa kiasan atau perlambang. Perlambang yang digunakan para penyair inilah yang kemudian disebut majas. Ulasan tentang majas, kamu bisa baca artikel yang sudah kita bahas. 4. Bahasa Figuratif Bahasa figuratif tidak jauh berbeda dengan majas. Dimana bahasa figuratif adalah bahasa kiasan yang memiliki peran untuk menghidupkan dan memberikan nilai sentimentil pada benda-benda yang sebenarnya biasa saja. Dengan kata lain, bahasa figuratif inilah yang mampu menjadikan puisi memiliki nilai impresi kesan bagi pembaca. Nah, umumnya bahasa figuratif banyak menggunakan majas simile, eufemisme, personifikasi, metafora, sinekdoke, litotes, ironi dan masih banyak lagi. 5. Versifikasi Mungkin kamu asing dengan istilah versifikasi? Secara umum, versifikasi dapat diartikan sebagai rima. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi. Rima dapat digunakan di awal, tengah maupun akhir baris puisi. Rima puisi memiliki beberapa bentuk, diantaranya onomatope, yaitu rima tiruan yang memiliki bunyi yang bersifat magis. Selain rima onomatope, ada juga inter, atau pola bunyi yang dapat digunakan untuk membuat repetisi bunyi atau persamaan bunyi yang ada di bagian akhir kata. Dalam bentuk majas, yang termasuk dalam bentuk intern adalah majas aliterasi, asonansi dan masih banyak lagi. Terakhir, ada pengulangan kata atau ungkapan atau ritma yang memfokuskan pada tinggi rendah, atau kuat lemahnya bunyi. 6. Tipografi atau Perwajahan Tipografi atau yang lebih familiar kita kenal dengan perwajahan puisi. Struktur fisik puisi satu ini sangat penting memperhatikan masalah kerapian secara visual. Termasuk memperhatikan masalah penulisan huruf kapital di setiap awal kalimat, hingga masalah titik dan koma pun juga menjadi perhatian yang tidak kalah penting. Itulah enam unsur yang harus ada saat kamu hendak menampilkan struktur fisik pada puisi. Atau ketika kamu hendak menulis puisi, kamu harus memperhatikan enam elemen tersebut. Buat kamu yang ingin menjadi pujangga atau penyair, untuk pertama kalinya memang sulit. Meskipun sulit, jika kamu bersungguh-sungguh ingin menjadi seorang pujangga, tetap latih dan terus mencoba. Karena untuk menjadi seorang penulis itu tidak hanya bermodalkan “keinginan” tetapi juga harus berani melakukan “action”. Action adalah kunci keberhasilan paling besar sebanyak 99%. Sementara, konsep dan seberlian apapun ide kamu, jika tidak pernah direalisasikan hanya akan menjadi sebuah wacana. Jadi sehebat apapun ide dan konsep hanya menyumbang keberhasilan 1% saja. Dan ini juga berlaku buat siapapun yang ingin menjadi penyair, pujangga ataupun yang ingin menjadi seorang penulis. Baca Juga Sumber Inspirasi Ide Membuat Puisi Contoh Analisis Struktur Batin Puisi dan Fisik Puisi Beberapa penjelasan diatas tentang pengertian struktur batin puisi dan struktur fisik puisi, mungkin ada diantara kamu yang masih belum afdol, jika tidak ada contohnya. Nah, sebagai gambaran, berikut contoh analisis struktur batin puisi dan analisis struktur fisik puisi. Agar mempersingkat waktu, dan menghemat konsentrasi saya. Maka contoh puisi saya ambilkan dari salah satu puisi yang pernah saya tulis dan sudah pernah dipublikasikan di surat kabar dan tabloid di Jogja. Langsung saja, intip seperti apa sih contohnya. Contoh Analisis Struktur Batin Puisi Doa Cinta Doa Cinta Aku berbaring sendiri Terkenang penantian panjang Pikirku tak berujung bagaikan jalan Jika memang cinta laksana pedang Kiranya ada satu hal yang kukenang Tentang kesenangan atau kesedihan di tengah malam Kenapa malam ini begitu mencekam? Sesak mencekik leherku Hancur semua kata manisku Bahkan kerinduanku telah dijadikan debu Langit-langit hatiku mulai sendu Halilintar mulai menyambar Serasa tidak mampu lagi menampung kadar air hujan Hujan kian reda saat dada ini terisi doa Halilintar mulai tidak menyambar Saat mendung kian menghilang Rembulan pun bersinar Tersenyum dalam ketenangan ikhtiar Karya Irukawa Elisa, Dipublikasikan Tabloid BIAS Edisi 1 Mei 2009 A. Tema Puisi berjudul doa cinta bertemakan tentang percintaan. Di dalam puisi tersebut tidak ada spesifik cinta untuk manusia, benda ataupun cinta pada Tuhan. Interpretasi diserahkan pada masing-masing pembaca. Dimana dari perasaan cinta yang tidak selalu indah, sebenarnya hanya sebagai sarana untuk belajar hidup dan belajar ikhtiar. B. Feeling Perasaan yang tertangkap dalam puisi di atas mengambarkan kesenduan, kegalauan tentang perasaan terhadap sesuatu yang dicintainya. Dimana perasaan negatif yang dirasakan, secara tidak langsung sebagai ajang untuk mengontrol emosi, dan belajar mengikhlaskan kepada sang pemilik cinta. Jadi bukan masalah kegagalan dalam menjalani cinta atau berhasil menjaga cinta sampai akhir. apapun hasil akhirnya, selama sudah diupayakan semua akan baik-baik saja, karena itu bagian dari perjalanan yang harus dilewati dengan ikhlas dan ikhtiar. C. Nada dan Suasana Dari nada, saya sengaja membuat berirama agar lebih mengena sampai di hati. Sementara untuk suasana, sudah terlihat jelas dalam suasana negatif, sendu, galau dan sedih. D. Amanat Perasaan cinta yang manusia miliki, akan diuji. Tidak ada rasa cinta yang selalu bahagia. Pasti ada sedih, duka dan lara. Karena cacat dan luka hanya cara Tuhan agar kita bisa “merasakan”. Ketika kita bisa “merasakan” maka kita bisa menikmati bahwa bahagia itu sederhana. Contoh Analisis Struktur Fisik Puisi Cuma-Cuma Cuma-cuma Di Samping tugu aku menunggu mlecu Lautan manusia di situ, di sana-sini menganggapku lucu Ku acuhkan mereka dengan plengosan bibir semakin maju Tak jarang lidah tergigit untu Tak peduli mereka pejabat baru Percuma menunggu janji-janji, Uang beribu-ribu, Bensin SPBU Setelah jadi, Hanya janji palsu Aku tidak akan tertipu lagi Karya Irukawa Elisa, Dipublikasikan 3 Maret 2009 di Kedaulatan Rakyat. A. Tipografi Puisi “cuma-cuma” terdiri dari tiga bait. Bait pertama dan kedua masing-masing terdiri dari lima baris. Di bait pertama saya membuat dengan intonasi “u” agar memiliki rima. Sementara di bait kedua, rima sengaja dibuat selang-seling berakhiran “i” dan U”. Bait terakhir hanya satu baris saja. Pada bait pertama, puisi menggunakan campuran bahasa jawa dalam garis miring dengan tujuan menjaga keselarasan dan memasukan unsur bahasa jawa di dalam puisi. B. Diksi Pemilihan Diksi saya memiliki kata yang padat, dan tegas dan sarat emosi. Karena puisi tersebut saya tulis saat musim kampanye, dan aku menemukan fakta dibalik pemilu. C. Pencitraan Pencitraan ada di baris yang berbunyi “tak jarang lidah tergigit untu” yang mempresentasikan rasa sakit lidah tergigit gigi sendiri. Secara keseluruhan puisi pada judul “cuma-cuma” bentuk ketegasan atau kekritisan agar tidak mudah terpancing oleh janji politikus saat menjelang pemilihan. D. Majas Pada puisi di atas, tidak terlalu banyak majas yang digunakan. Namun secara keseluruhan puisi tersebut berbentuk sindiran kepada pemerintah, elite politik dan elit yang hendak mencalonkan diri dalam pemilu. E. Versifikasi Pada puisi yang saya buat berjudul “cuma-cuma” didominasi dengan rima “U”Itulah beberapa contoh struktur batin puisi dan struktur fisik puisi. Semoga sedikit ulasan ini memberikan manfaat dan memberikan gambaran. Setidaknya setelah melihat contoh analisis di atas, kamu tidak lagi kebingungan bagaimana cara menyusun analisisnya.Irukawa Elisa
Unsur batin adalah unsur yang ada dalam batin puisi, yaitu berupa tema, feeling perasaan, nada, dan amanat. Unsur fisik dan unsur batin tersebut saling berkaitan. Pembaca bisa menemukan unsur batin puisi setelah memahami makna dalam setiap diksi, gaya bahasa, atau perwajahannya. Unsur batin puisi puisi merupakan pikiran perasaan yang diungkapkan penyairnya Waluyo, 199547. Unsur batin ini merupakan makna yang ingin disampaikan penyair dalam puisinya. Makna puisi ini tersurat di balik unsur fisiknya. Richards melalui Waluyo, 1995180-181 menyebutkan makna atau stuktur batin puisi itu ada empat yaitu tema sense, perasaan penyair feeling, nada atau sikap penyair terhadap pembaca tone, amanat intention. Keempat hal tersebut akan dibahas sebagai Tema SenseTema merupakan gagasan pokok atau subject matter yang dikemukakan penyair Waluyo, 1995106. Pokok pikiran itu begitu kuat mendesak dalam jiwa penyair sehingga menjadi landasan utama penyampaian puisinya. Jika desakan yang kuat itu berupa hubungan penyair dengan Tuhan, maka puisinya bertema ketuhanan. Jika desakan yang kuat itu berhubungan dengan sisi-sisi kemanusiaan, maka puisi bertema kemanusiaan. Jika desakan yang kuat itu berupa dorongan memprotes ketidakadilan, maka puisinya bertema protes atau kritik sosial. Jika desakan yang kuat itu berupa perasaan cinta pada seseorang atau sesuatu, maka puisinya bertema cinta Waluyo, 1995106-107.b. Perasaan FeelingPerasaan feeling merupakan sikap penyair terhadap pokok persoalan yang ditampilkannya. Perasaan penyair dalam puisinya dapat diketahui melalui ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam puisinya. Ketika menulis puisi, penyair mengekspresikan suasana hati penyair sehingga dapat dihayati pembaca Waluyo, 1995121.c. Nada ToneNada dalam puisi dapat diketahui dengan memahami apa yang tersurat. Nada berhubungan dengan suasana karena nada menimbulkan suasana tertentu pada pembacanya. Suasana adalah keadaan jiwa pembaca sikap pembaca setelah membaca puisi atau akibat psikologis yang ditimbulkan puisi terhadap pembaca Waluyo, 199571. Sebagai contoh, puisi yang bernada duka menimbulkan suasana iba hati pada pembaca, nada khusuk bisa menimbulkan suasana Amanat IntentionAmanat yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca. Meskipun penyair tidak secara khusus dan sengaja mencantumkan amanat dalam puisinya, amanat tersirat di balik kata dan tema yang diungkapkan penyair Waluyo, 1995130. Untuk memahami unsur batin ini, perhatikan puisi berikut!TUHAN, KITA BEGITU DEKAT karya Abdul Hadi begitu dekatSebagai api dengan panasAku panas dalam apimuTuhanKita begitu dekatSeperti kain dengan kapasAku kapas dalam kainmu TuhanKita begitu dekatSeperti angin dan arahnyaKita begitu dekatDalam gelapKini aku nyalaPada lampu padammuSense atau tema puisi “Tuhan, Kita Begitu Dekat” karya Abdul Hadi di atas adalah tema ketuhanan, secara lebih khusus adalah penegasan seorang hamba atas kedekatannya dengan Tuhannya. Baris /Tuhan/Kita begitu dekat/ mengalami perulangan repetisi tiga kali pada bait 1,2, dan 3. Kedekatan tersebut diumpakaman melalui gaya bahasa simile dengan baris /sebagai api dengan panas/, /seperti kain dengan kapas/, dan /seperti angin dan arahnya/, yang ditandai dengan kata pembanding sebagai’ dan seperti’. Hubungan kedua objek tersebut sangat dekat dan tidak bisa dipisahkan, seperti hubungan seorang hamba dengan atau perasaan penyair dalam puisi di atas adalah perasaan cinta seorang hamba pada Tuhannya. Rasa cinta tampak pada panggilan Tuhan yang diulang-ulang. Orang yang mencintai sesuatu akan sering menyebutnya dalam hidup. Selain itu, rasa cinta tampak pada penegasan baris /kita bergitu dekat/ yang menunjukkan kebanggaan dan rasa bersyukur atas kedekatannya dengan atau nada puisi di atas menunjukkan suasana bahagia dan ketenangan. Kebahagiaan dan ketenangan hati tersebut terutama tampak pada baris /dalam gelap/kini aku nyala/dalam lampu padammu/. Dalam kegelapan hidup di dunia, kedekatan dengan Tuhan tetap membuat seorang hamba menyala atau atau amanat puisi di atas adalah pesan untuk menjaga kedekatan dengan Tuhan dengan beribadah dan aktivitas-aktivitas yang dapat mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya. Melalui puisi ini, penyair juga berpesan bahwa kedekatan dengan Tuhan akan membuat ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan di dunia dan akhirat. Sumber Kusmarwanti. 2019. Pendalaman Materi Bahasa Indonesia Modul 3 Kesastraan. Kemdikbud
nada dan suasana dalam puisi